Minggu, 16 Agustus 2009

KENIKMATAN


gambar dicopy dan diedit dari http://express.howstuffworks.com/wq-iceberg.htm
Nilai kenikmatan mungkin tidak seberapa.. Makanan hanya terasa nikmat saat dia berada di lidah..saat dia di perut mungkin tidak ada bedanya antara singkong dengan Fettucini.
Kenikmatan seksual hanya berlangsung beberapa saat saja..demikian juga dengan hal - hal yang menyenangkan lainnya.
Tetapi kita sering sekali memburu kenikmatan itu lagi dan lagi..seolah minum air laut semakin diminum semakin haus.. Kita kerahkan seluruh daya upaya kita untuk mereguk kenikmatan yang kita mungkin rasakan hanya sesaat.
Hal inilah yang menimbulkan benturan kepentingan untuk mendapatkan kenikmatan tersebut antara kita dengan orang lain.. akhirnya saling sikut terjadi di sana sini.. sehingga akhirnya menimbulkan korban baik jiwa, harta, jasmani maupun perasaan kita. Akibatnya konflik antar manusia tidak pernah selesai..dan hanya memperturutkan hawa nafsu saja.
Di dalam ilmu jiwa hawa nafsu itu disebut sebagai id..aturan, norma kemsyarakatan ataupun keimanan disebut sebagai superego..dan akhlak kita ini disebut ego. Ketiga bagian dari jiwa itu seperti gunung es..dimana id atau nafsu kita menduduki sebagian besar yang terpendam dalam jiwa kita. sedangkan super ego adalah puncaknya dan ego adalah batas airnya. seperti gambar di atas..bila ego kita tidak mampu melawan dorongan id yang ada di dalam dan tekanan superego dari luar maka kita bisa mendapat gangguan jiwa.
Berbicara mengenai id, ego dan superego pun kita berbicara mengenai fenomena jiwa kita..begitulah kita manusia ini..seperti gunung es..apa yang kita tampilkan di permukaan hanya sedikit dari kepribadian atau jiwa kita yang terdalam. Itulah sebabnya mengapa sebelum menikah begitu indah..setelah menikah kok seperti ini jadinya? Sebelum terkenal akan merasa nikmat bila terkenal..namun setelah terkenal luar biasa problemnya..Jiwa manusia merupakan sesuatu yang rumit..demikian pula hubungan antar manusia..bagaimana menurut anda?

DEFANS MECHANISM

Note : Gambar dari : www.ccs135.com/Jordan/respect%20page.htm

Pengalaman artis Marshanda membuat video tentang ketidaksukaannya dengan teman -temannya yang memusuhinya semasa di SD tentu membuat siapapun bisa merenung. Banyak sekali diantara kita yang mungkin mengalami pengalaman yang sama ketika masih bersekolah ataupun di lingkungan pekerjaan kita saat ini.
Di dunia ini banyak sekali hal yang mampu membuat kita stress, entah itu pekerjaan, masalah keluarga, ekonomi dan lain - lain. Di dalam ilmu jiwa stressor atau hal yang dapat membuat kita stress itu terbagi hanya atas empat yaitu :

  1. Frustrasi : suatu keadaan di mana kita ingin menuju pada suatu tujuan namun ada penghalang di antara kita. Misalnya seorang cowok ingin bkencan dengan cewek incerannya namun terbentur karena bokap si cewek galak atau seorang olah ragawan ingin mendapatkan medali emas maka benteng penghalangnya ialah lawannya.
  2. Konflik : Suatu keadaan di mana kita harus memilih hal yang dua - duanya kita sukai atau dua - duanya tidak kita sukai. Misalnya kita harus memilih antara kuliah atau kerja padahal dua - duanya sama menguntungkan dan sama kita sukai.
  3. Tekanan : suatu keadaan yang menekan atau mnghimpit jiwa kita, sperti penyakit atau masalah yang membuat kita jadi tertekan..yaa seperti kasusnya Marshanda itu tadi.
  4. Krisis : suatu keadaan yang secara mendadak datang kepada kita dan membuat kita tidak siap menghadapinya seperti kecelakaan lalu lintas atau bencana.

Menghadapi stressor sperti itu untunglah Tuhan sudah melengkapi jiwa kita dengan pertahanan jiwa atau yang disebut sebagai defans mechanisme. Fungsi pertahanan jiwa ini ialah agar jiwa kita tidak teluka dan mudah stress. Berikut ini adalah contoh - contohnya yang mungkin kita biasa gunakan:

  1. Fantasi : memuaskan keinginan yang terhalang dengan prestasi dalam khayalan. Contohnya seorang anak yang tidak bisa mendapatkan playstasion yang diinginkannya lalu berkhayal lagi main playstasion.
  2. Penyangkalan : melindungi diri sendiri terhadap kenyataan yang tak menyenangkan dengan menolak menghadapi hal lain,sering dengan cara melarikan diri seperti menjadi sakit atau menolak menerima kenyataan.
  3. Rasionalisasi : berusaha membuktikan bahwa perilakunya itu masuk akal (rasional) dan dapat dibenarkan sehingga dapat disetujui oleh diri sendiri dan masyarakat. Misalnya terlambat bangun pagi kemudian berkata di kantor kalau alasan keterlambatannya ialah karena jalanan macet.
  4. Identifikasi : menambah rasa harga diri dengan menyamakan dirinya dengan orang atau institusi yang mempunyai nama. Misalnya petugas kebersihan di istana negara berlagak seperti asisten sang presiden.
  5. Introyeksi : menyatukan nilai dan norma luar dengan struktur egonya sehingga individu tidak tergantung pada belas kasihan hal-hal itu yang dirasakan sebagai ancaman luar. Ini adalah defans yang positif, contohnya karena tidak ingin dihukum karena terlambat, dia bangun sepagi mungkin.
  6. Represi : mencegah pikiran yang menyakitkan atau berbahaya masuk ke alam sadar. Hal ini juga menjadi alasan mengapa kita melupakan sesuatu. Biasanya karena kita tidak ingin benda itu bersama kita karena dari mantan pacar.
  7. Regresi : mundur ke tingkat perkembangan yang lebih rendah dengan respon yang kurang matang dan biasanya dengan inspirasi yang kurang. Misalnya dimarahi atasan lantas menagis meraung - raung.
  8. Proyeksi : menyalahkan orang lain mengenai kesukarannya atau keinginannya yang tidak baik. Misalkan melakukan pencurian kemudian menuduh orang lain yang mencuri.
  9. Penyusunan reaksi : mencegah keinginan yang berbahaya bila diekspresikan dengan melebih-lebihkan sikap dan perilaku yang berlawanan dan menggunakannya sebagai rintangan. Misalkan takut melakukan perjudian kemudian dia menentang dengan sekerasnya usaha perjudian tersebut.
  10. Sublimasi : mencari pemuasan atau menghilangkan keinginan seksual dalam kegiatan non-seksual. Ini termasuk defans mechanism yang positif misalnya merasakan stress berat lalu mngalihkannya ke pekerjaan agar dapat mengurangi stressnya.
  11. Kompensasi : menutupi kelemahan dengan menonjolkan sifat yang diinginkan atau pemuasan secara berlebihan dalam satu bidang karena mengalami frustasi dalam bidang lain. contoh imengkompensasi ketidaksukaannya dengan teman - temannya dengan membuat video.
  12. Salah-pindah (displacement) : melepaskan perasaan yang terkekang,biasanya permusuhan.pada obyek yang tidak begitu berbahaya seperti yang pada mulanya membangkitkan emosi itu. contohnya jengkel sama orang tuanya lalu menendang kucing yang lagi tidur - tiduran di jalan.
  13. Pelepasan/penebusan (undoing) : menebus dan dengan demikian meniadakan keinginan atau tindakan yang tidak bermoral. contohnya karena sudah berselingkuh kemudian membawakan isterinya bunga.
  14. Penyekatan emosional (emotional insulation) : mengurangi keterlibatan ego dan menarik diri menjadi pasif untuk melindungi diri sendiri dari kesakitan. seperti yang dialami oleh para gelandangan, pasrah bila dimaki - maki atau diusir di jalanan.
  15. Pemeranan (acting-out) : mengurangi kecemasan yang dibangkitkan oleh keinginan yang terlarang dengan membiarkan ekspresinya. Seperti kemarahan yang diekspresikan berlebihan tidak sebanding dengan kesalahan orang tersebut.

Orang bisa saja menggunakan satu atau lebih defans mechanisme. Bagaimana menurut anda ?

PINTAR

Gambar dari http://adnan-04.blogspot.com/2007_12_01_archive.html

Aku kenal banyak teman yang pintar semasa sekolah dulu..prestasinya bagus, nilainya tinggi, namun di akhirnya mereka bukan siapa - siapa. sebaliknya ada temanku yang tidak begitu pandai bahkan seringkali membolos waktu sekolah dan hampir saja dikeluarkan sekarang menjadi pengusha sukses.
Kata dia dunia ini tidak membutuhkan orang pintar tapi orang yang pintar - pintar.. Pintar - pintar melihat peluang, pintar- pintar negosiasi, dll..bagaimana menurut anda..

Minggu, 09 Agustus 2009

MANUSIA MATI MENINGGALKAN...

Pepatah di atas tentu sudah sangat lazim kita dengar..Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang dan Manusia mati meninggalkan nama.
Banyak manusia sekarang begitu berambisi mengejar nama besar sampai melakukan hal - h al yang aneh ataupun gila - gilaan..namun sebaliknya banyak juga yang merasa begitu rendah diri sampai tidak berani berpikir besar.
Memiliki nama besar atau tidak adalah suatu pilihan yang masing - masing memiliki jalannya. Di dunia ini anda tidak pernah dituntut harus Memiliki nama besar ataupun tidak. Yang anda dituntut adalah anda harus beramal sebanyak banyaknya.
Anda harus bekerja bukan untuk mendapatkan pengakuan manusia karena itu tidak akan abadi sifatnya dan membuat anda mejadi paranoid dan pendengki..Anda hanya akan menjadi manusia yang bahagia bila anda bekerja hanya semata - mata untuk sesuatu yang anda yakini dan cintai yaitu Tuhan. Bagaimana menurut anda?

JIWA

Alam ini diciptakan berpasangan. Jika ada Pria maka ada wanita sebagai pasangannya, jika ada terang maka kan ada gelap sebagai penyeimbangnya.

Sama halnya dengan tubuh kita. Selain jasad yang selalu kita banggakan keindahannya dan kita sombongkan kelebihannya ini, terdapatlah sesuatu yang meski tidak nampak tetapi dia ada bersama kita. Mendampingi setiap gerak langkah kehidupan kita dan denyut nadi kita. Itulah Jiwa kita.

Jiwa adalah energi mental yang membuat kita dapat berpikir, berperasaan dan berprilaku. Di jiwalah timbangan baik buruk, benar salah, cantik buruk itu ada. Jiwalah yang menentukan bermanfaat tidaknya gerak langkah kehidupan kita dan dengan demikian dia sangat penting kita pahami.

Di manakah jiwa itu? Kurang lebih tiga ratus tahun sebelum Masehi, Aristoteles mengatakan bahwa perasaan itu terletak di jantung ( atau hatilah dalam bahasa kita..). Karena bila kita sedih, hati kitalah yang merasa sakit, sedangkan bila kita senang maka hati kitapun berdebar kegenitan. Bagaimana menurut anda?

Masyarakat ilmiah sekarang mudah sekali mengatakan bahwa apa yang dikatakan Aristoteles itu salah. Karena sebenarnya jantung ( atau hati dalam bahasa kita..) tidak pernah bisa merasakan apa – apa. Sistem pengantaran impuls di otaknya kitalah yang memungkinkan jantung kita mengalami sensasi debaran yang menyakitkan atau yang menyenangkan.

Jiwa inilah yang mengatur gerak langkah kehidupan kita dan tentu saja mencakup kesehatan kita. Bila kita stress dan banyak pikiran, maka kita akan mudah sekali jatuh sakit, sulit tidur, merasa tegang bahkan sampai sakit jantung atau melemahkan daya tahan tubuh kita. Sebaliknya bila kita merasa bahagia pun maka kita akan menjadi jauh lebih sehat dan awet muda. Mengapa demikian? Ternyata jiwa erat sekali hubiungannya dengan keseimbangan neurotransmitter di otak kita. Bila terjadi ketidakseimbangan neurotransmitter kita bisa sakit jiwa atau sebaliknya bila jiwa kita terganggu maka akan mengganggu sistem neurotransmitter di otak kita.

Memelihara kesehatan jiwa kita berarti ikut memelihara kesehatan tubuh kita, demikian pula sebaliknya. Bagaimana menurut anda?

PEMANDANGAN

Gambar dari Windows XP Document

Aku suka sekali melihat pemandangan, entah itu air terjun dengan airnya yang gericik di sela bebatuan, entah itu gunung dan lembah yang membiru di kejauhan ataupun sekedar nyanyian angin yang mengalun diantara daun – daun pohon dan bunga – bunga.

Pemandangan sungguh sangat indah dan bagi beberapa orang bisa mengurangi kejenuhan dan stress kerja.
Namun bagiku sebenarnya kita bisa menikmati keindahan pemandangan justru karena pikiran kita bebas dari stress. Coba seandainya pikiran kita penuh, maka sbagus apapun pemandangannya tetap saja tidak akan menarik.
Namun sebaliknya bila pikiran kita lepas merdeka dan bebas stress maka pemandangan sebiasa apapun akan nampak jauh lebih indah. Bagaimana menurut anda?

Selasa, 04 Agustus 2009

KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan adalah harapan semua orang.. Namun kebahagiaan itu sendiri apa?
Kebahagiaan menjadi indah karena fantasi kita ikut membuatnya menjadi indah. Misalnya alangkah bahagianya bila menjadi orang kaya, kemudian fantasi kita ikut di dalamnya misalnya punya rumah sebesar istana, naik mobil super keren, dikelilingi cewek - cewek cantik dan makan makanan yang super mewah.
Akibatnya kita pun larut dalam harapan untuk mendapatkan kebahagiaan.
Namun bagiku kebahagiaan tak lebih sekedar harapan. Terkadang kita sudah mendapatkan kebahagiaan, namun tidak merasakannya. Contohnya kesehatan.. Kesehatan merupakan karunia yang tak ternilai. Kita bisa melakukan apapun yang kita mau bila kita sehat.
Ketika kita sakit barulah kita berpikir betapa "bahagianya" bila kita sehat. Namun setelah kita sehat kita tidak pernah merasa "bahagia" kita sehat. Kita tidak mensyukuri setiap nafas kesehatan kita.
Seorang pemuda yang mendambakan betapa bahagianya bila ia jadian dengan gadis cantik yang dipujanya. Namun setelah Ia jadian, kebahagiaan itu pun lalu ikut hambar dan akhirnya menghilang. Lalu dia mencari gadis yang lain lagi dan yang lain lagi. Namun tiap kali dia dapatkan, tantangan untuk mendapatkan harapannya juga ikut memudar.
Bagiku kebahagiaan tak lebih sekedar harapan..bagaimana menurut anda?